:: Magnificent Cow Race (Pacu Jawi Yang Luar Biasa)::

Cow Race

Cow Race

Pacu Jawi or Cow Race (in Minang Language) is one of cultural event that has been famous since ancient times. These events are spread throughtout Tanah Datar and Lima Puluh Koto Region. According to accounts from Uda Nel, a former jawi’s jockey from Parambahan, Tanah Datar, this event has been flying since The Padri’s Horde established their influence in Minangkabau. At the same time, the throne of the Kingdom Pagaruyung decreased due to intervention of the Dutch East India Company or VOC. In the first time, this activity is undertaken to fill the spare time of farmers class, who will enter the growing season. Therefore, the race is arrange in a rice field with full of mud or wet land. This race is so contrast with Karapan Sapi in Madura which actually do on dry land.

The unique one from Pacu Jawi is, the race is done by release only one pair of jawi (cow) with the jockey, not with an opposed-partner like as usual race. The jockey stand on a pirate who was in the middle of two cows. As a controller, the jockey hold cow’s tail. When the jocket need high speed, he must bite the cow tail. Not infrequently, the teeth of the jockey had become casualties of the above actions they do.

The winners are those who can managed the cow still drove in straight line from start to finish. The prize? Indeed there is no prize for the jockey in this Pacu Jawi. However, the price of the winning cow, could rise rapidly. Not surprisingly, many jawi that recognized as the winner of this race, have millions rupiahs as their price.

However, this event has changed the map of tourism in the domains Minangkabau, Indonesia, and even the world. If previous domestic and foreign tourists know only natural and historical attractions like the legendary canyon Sianok, Harau Valley, Sikuai, Palace Pagaruyung, Sawahlunto Mine Tour, etc., then Pacu Jawi has filled an important slot in the repertoire of cultural tourism in this region. Therefore, this event must be protected and developed, in accordance with the local wisdom and Minangkabau society. Hopefully in the future, one of these “Pearl of Minangkabau” culture, will be flying over the world.

Cow Race

Cow Race

Pacu Jawi atau Pacu Sapi (dalam Bahasa Minang) merupakan salah satu event budaya yang sudah terkenal semenjak zaman dahulu. Event ini tersebar di wilayah Tanah Datar dan Lima Puluh Kota. Menurut penuturan dari Uda Nel, salah seorang mantan joki jawi di daerah Parambahan, Tanah Datar, kegiatan ini telah berkibar semenjak zaman Kaum Paderi mengakkan pengaruhnya di Ranah Minangkabau. Pada saat yang bersamaan, tonggak tahta dari Kerajaan Pagaruyung juga mengalami penurunan akibat intervensi pihak VOC Belanda. Pada awalnya, kegiatan ini dilakukan untuk mengisi waktu luang dari golongan petani yang akan memasuki musim tanam. Jadi kondisi perlombaan dilakukan diatas sawah yang penuh dengan lumpur. Hal ini sangat berbeda dengan karapan sapi yang justru dilakukan di tanah kering.

Yang unik dari pacu jawi ini adalah, perlombaan dilakukan dengan melepas hanya satu pasang jawi plus jokinya, bukan dengan pasangan lawan layaknya perlombaan secara umum. Sang joki berdiri diatas bajak yang berada di tengah-tengah 2 ekor jawi (sapi). Sebagai alat pengendali, ekor sapi-sapi tersebutlah yang dijadikan sebagai gantungan harapan. Ketika dia mengingikan jawi-jawi tersebut melaju kencang, maka dia harus menggigit buntut jawi. Tak jarang, gigi-gigi sang joki pun menjadi tumbal atas aksi yang mereka lakukan.

Sang pemenang adalah mereka yang berhasil mengendalikan jawi-jawi tersebut tetap melaju dengan lurus dari start hingga finish. Hadiahnya? Justru tidak ada hadiah bagi joki dalam pacu jawi ini. Namun yang menjadi sorotaan adalah, harga jawi yang menang ini, harganya  bisa melonjak tajam. Tak heran, banyak jawi yang diakui sebagai pemenang perlombaan ini, harganya bisa menembus puluhan juta rupiah.

Bagaimanapun, event ini telah mengubah peta wisata di Ranah Minangkabau, Indonesia, bahkan dunia. Bila sebelumnya wisatawan domestik dan luar negeri hanya mengetahui wisata alam dan sejarah legendaris seperti Ngarai Sianok, Lembah Harau, Sikuai, Istana Pagaruyung, Wisata Tambang Sawahlunto, dan lain-lain, maka Pacu Jawi telah mengisi satu slot penting dalam khasanah wisata budaya di wilayah ini. Untuk itu, sudah sepatutnya event ini wajib dipertahankan keberadaannya dan dikembangkan sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Tanah Datar dan Minangkabau. Semoga salah satu mutiara pesona Minangkabau ini semakin berkibar di dunia.

Advertisements

~ by aldiparis on December 10, 2010.

4 Responses to “:: Magnificent Cow Race (Pacu Jawi Yang Luar Biasa)::”

  1. Idenya mantap bang, menuliskan pacu jawi dengan bahasa inggris.

    Salam Kenal Bang
    dari Pariaman

  2. Samo-samo sanak..sudah saatnya budaya kita booming ke luar negeri =)..

    Salam Kenal dari Rang Bukik di Lirik

  3. selain di madura ternyata ada juga di minangkabau yaaa, baru tau nich

  4. Pacu jawinya luar biasa… Penulisnya luar biasa juga nii… Saluut deh 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: